• MyPassion

ALFI harap DO Online berjalan maksimal dan terintegrasi

12 Jul,2018

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, telah meluncurkan Go Live Inaportnet Barang versi 2.0 dan layanan Delivery Order Online untuk 4 (empat) Pelabuhan Utama, antara lain Pelabuhan Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Makassar serta 1 (satu) Pelabuhan Kelas I yaitu Tanjung Emas Semarang. 

Acara yang dilaunching pada tanggal 29 Juni di nilai masih jauh dari harapan dapat mempersingkat waktu pengambilan DO. Sekretaris Umum DPW ALFI DKI, Adil Karim, mengatakan dalam pelaksanaan DO Online mestinya perusahaan pelayaran, terminal dan pengguna jasa (pemilik barang/kuasanya) serta bank pendukung harus terintegrasi dalam satu sistem (virtualisasi, otomasi).

Sementara DO Online saat ini hanya pergerakan data barang dari Pelayaran ke Terminal Operator yang sebenarnya sudah lama dilakukan. ALFI mengharapkan agar DO Online dari Pengguna Jasa (pemilik barang/kuasanya) dan pelayaran bisa berjalan maksimal dan terintegrasi.

Saat ini penebusan DO Online ke pelayaran berjalan di sebagian kecil perusahaan besar pelayaran dan belum terintegrasi dalam satu sistem. 

Dewi Noraeni, dalam testimoninya dalam acara Launching Inaportnet Barang V.2.0 dan Layanan Delivery Order Online mengatakan bahwa proses otomasi dari pihaknya selaku pemegang kuasa pemilik barang ke pelayaran telah menimbulkan efisiensi dari segi waktu maupun biaya operasional, dalam testimoninya Dewi menceritakan bagaimana repotnya pengurusan DO secara manual terkait dengan operasional kurir beserta biaya yang mengikutinya.

Dewi yang juga menjabat sebagai Data Quality Operations and Training Manager di PT Agility International, mengharapkan agar pelayaran lain juga dapat bergabung dalam sistem yang diujicobakan ke perusahaannya. Sistem tersebut bernama MyCargo yang dibangun oleh PT Integrasi Logistik Cipta Solusi anak usaha dari PT Pelindo II dan PT Telekomunikasi Indonesia. 

Ketua DPW ALFI DKI, Widijanto, mengatakan DO Online harus dapat dimanfaatkan oleh semua pelaku bisnis importasi barang, bukan hanya dinikmati oleh perusahaan-perusahaan besar tertentu saja, tegasnya seperti dilansir dari Indonesia Shipping Gazette, Kamis (28/6)

Di lain kesempatan, Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi, mengatakan launching sistem aplikasi Inaportnet Barang v.2.0 dan layanan Delivery Order Online tidak akan berpengaruh signifikan pada anggotanya, karena secara essensial yang paling penting adalah bagaimana penebusan DO secara otomasi dari pelayaran dan pemilik barang atau yang dikuasakan (anggota dari member ALFI).

Yukki mengatakan AFLI mendukung system hub terintegrasi dari pengguna jasa, pelayaran, terminal operator di pelabuhan PT Pelabuhan Indonesia I-IV dan bermuara ke INSW (Indonesia National Single Window) sebagai satu kesatuan sistem. Tentunya hal ini akan membawa benefit bagi Pemerintah, dan stake holder pelabuhan dan logistik.
 
Pria yang menjabat sebagai Chairman AFFA mengatakan dengan tegas bahwa pemerintah dalam hal ini Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, bisa mengeluarkan semacam petunjuk pelaksanaan atau standard operation procedure dalam pelayanan Delivery Order Online yang terintegrasi mengacu kepada peraturan PM 120/2017 di mana dalam peraturan menteri tersebut disebutkan juga bahwa DO Online mencakup kepada pemilik barang atau yang dikuasakan.

Yukki memberikan contoh seperti PT EDI Indonesia yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah melalui Kementerian Keuangan cq Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk implementasi manifest ekspor dan impor membuat implementasi sistem saat itu jadi lebih cepat, karena pihak-pihak terkait mematuhi regulasi yang diterapkan. 

Yang diharapkan oleh anggota kami adalah Delivery Order Online itu terjadi satu siklus, dimana prosesnya bermula dari Pemilik Barang atau yang mewakili (Freight Forwarder), ke shipping line lalu ke terminal operator, dan harus terintegrasi dalam portal yang independen, tutupnya. (TYO)

http://ayooberita.com/m/berita-alfi-harap-do-online-berjalan-maksimal-dan-terintegrasi
Powered by.
Tentang.

Diawali dengan lahirnya GAFEKSI /INFA (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia / Indonesian Forwarders Association) pada 25 Juli 1989 sebagai satu- satunya asosiasi yang mengembangkan industri jasa FF dan Kepabeanan di Indonesia