• MyPassion

Daya Saing Logistik Nasional Masih Rendah

05 Apr,2018

JAKARTA (BeritaTrans.com)
-Peringkat daya saing logistik dan inftrastruktur Indonesia masih rendah dibanding beberapa negara ASEAN.

Demikian hasil jajak pendapat “Sektor Logistik” 2017-2018 yang digelar Supply Chain Indonesia (SCI) bekerjasama dengan DPP Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) dan ASEAN Federation of Forwarder Association (AFFA).

Jajak pendapat dilakukan 15 Januari sampai 28 Februari 2018 dengan responden sebanyak 548 praktisi pelaku dan penyedia jasa logistik , pemilik barang, akademisi dan pihak terkait lainnya.

Bicara soal daya saing logistik Indonesia di antara negara ASEAN, Ketua SCI Setijadi Rabu (4/4/2018) mengatakan 31,9% responden menjawab lebih baik ,30,9% lebih buruk, 30,9% sama dan 6% menjawab tidak tahu.

Namun kinerja sektor logistik Indonesia pada 2018 diprediksi akan lebih baik dibanding tahun 2017.

Sementara kinerja logistik pada 2017 dibanding 2016 59,7% lebih baik, 31,3% tetap,2,2% menjawab tidak tahu dan 6,8% responden menjawab lebih buruk.

Mengenai penerapan program tol laut terhadap peningkatan kinerja logistik nasional, sebanyak 45,1% responden menyatakan penerapannya sudah efektif atau sangat efektif.

“Namun sebanyak 50,1% responden menyatakan penerapan program tol laut belum atau tidak afektif,” ujarnya.

Ketua Umum DPP ALFI, Yukki Nugrahawan Hanafi mengatakan, banyak faktor yang membuat daya saing logistik nasional rendah di dibanding negara ASEAN lainnya.

Yukki mengatakan dia yakin kalau pembangunan infrstruktur terus berlanjut dan efiseinsi pada sektor terkait logistik, biaya logistik nasional.pada 2019 bisa turun dari 23,5% dari PDB jadi 21% dari PDB.

Misalnya, kata Yukki,
tarif progresif pada jasa penumpukan peti kemas di pelabuhan apa saatnya ditiadakan untuk efisensi biaya logistik.

“Di negara lain tidak ada itu istilah tarif progresif, ini mahal dan sangat berdampak pada daya saing logistik nasional,” paparnya.

Selain itu, kata Yukki, masih adanya aturan yang tumpang tindih antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyangkut aktivitas logistik.

“Kami apresiasi hasil jajak pendapat itu tapi kita belum bandingkan dengan kinerja logistik yang terjadi di kawasan Asean pada tahun ini,” ujar Yukki. (wilam)

Powered by.
Tentang.

Diawali dengan lahirnya GAFEKSI /INFA (Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia / Indonesian Forwarders Association) pada 25 Juli 1989 sebagai satu- satunya asosiasi yang mengembangkan industri jasa FF dan Kepabeanan di Indonesia