INTEGRASI LOGISTIK : Swasta Diusulkan Terlibat INALOG

INTEGRASI LOGISTIK : Swasta Diusulkan Terlibat INALOG

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengusulkan badan usaha swasta menjadi pelaksana pengelola platform e-logistics di bawah kendali Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Asisten Deputi Bidang Logistik, Kemenko Perekonomian, Erwin Reza menuturkan, usulan itu sebagai bagian dari penunjukan Ditjen Bea dan Cukai sebagai alternatif instansi pengelola platform e-logistics.

Selama ini, menurutnya, belum ada institusi yang diserahkan tanggung jawab untuk membangun dan mengelola platform digital e-logistics atau INALOG.

“Sebagai alternatif, untuk mempercepat pembangunan ekosistem tersebut, sementara dapat diminta Ditjen Bea Cukai karena instansi ini yang sangat siap dalam menyiapkan infrastruktur maupun SDM menghadapi transformasi digital dalam era Revolusi Industri 4.0. Sementara itu, untuk pembangunan dan pengelolaan spoke dapat dikelola oleh badan usaha swasta,” katanya kepada Bisnis, Selasa (12/3).

Dalam kondisi ideal, paparnya, e-logistics seharusnya dibangun dan dikelola oleh pengelola portal Indonesia National Single Window (INSW) atau instansi serta BUMN yang diberi kuasa secara langsung oleh pemerintah.

Namun, Erwin menambahkan belum tentu pengelola portal INSW sanggup memikul tanggung jawab yang besar tersebut, mengingat kewenangan pengelola portal masih terbatas. “Hal ini belum pernah dibahas,” tegasnya.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita memprediksi integrasi digital di sektor logistik bisa menghemat biaya hingga 30%.

“Minimal 30% biaya operasional akan hemat dan user exprience akan menjadi lebih baik. Sama seperti membandingkan dulu pesan tiket ke travel agent dan ke platform online,” kata Zaldy.

Dari sisi waktu, dia menambahkan, pemangkasannya bisa lebih signifikan. Menurutnya, perubahan dari sisi waktu akan seperti perbedaan perdagangan cara di luar jaringan menjadi daring.

“Jadi, sangat besar dan bisa real time,” imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah ingin mengambil posisi sebagai fasilitator pembentukan platform e-logistics sesuai dengan Cetak Biru Pengembangan Logistik Nasional (Sislognas) yang ditetapkan dalam Perpres No. 26/2012.

E-logistics atau INALOG adalah portal elektronik terintegrasi yang akan memudahkan para pelaku bisnis dan institusi pemerintah dalam menyelesaikan berbagai urusan atau formalitas terkait dengan perdagangan dan logistik, baik domestik maupun internasional.

Tujuan pengembangan e-logistics berdasarkan cetak biru Sislognas yakni mendukung sistem logistik nasional yang terintegrasi sehingga tercipta sistem transaksi jasa logistik nasional yang efektif, efisien, dan berdaya saing tinggi. Kemenko Bidang Perekonomian berkomitmen membentuk integrasi logistik dengan mengembangkan INSW menjadi INALOG.

https://koran.bisnis.com/read/20190314/450/899467/integrasi-logistik-swasta-diusulkan-terlibat-inalog


Share this Post: