Ekspor dari Sulsel Tak Lagi Lewat Jakarta atau Surabaya

Ekspor dari Sulsel Tak Lagi Lewat Jakarta atau Surabaya

Pelabuhan Soekarno Hatta di Makassar, Sulawesi Selatan sekarang ini sudah bisa untuk kegiatan ekspor langsung (direct call) ke Amerika, Eropa maupun Asia Timur. Sehingga pengiriman barang tidak perlu melalui Jakarta atau Surabaya lagi.

“Dengan pengapalan langsung, pengiriman barang misalnya ke Jepang, hanya ditempuh 16 hari, padahal tadinya mesti transhipment ke Jakarta atau Surabaya memakan waktu 36 hari,” kata Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), M Nurdin Abdullah dalam acara Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian Sulsel 2019 oleh Kementerian Pertanian, di Makassar, Rabu (13/3).

Menurut Nurdin, dengan adanya direct call, nilai ekspor dari Sulsel meningkat 18 persen. “Peningkatan aktivitas ekspor juga karena dipengaruhi semakin mudahnya pengurusan perijinan ekspor melalui kebijakan satu pintu, aktivitas ekspor bisa menjadi lebih cepat,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Karantina Pertanian, Ali Jamil, menyebutkan frekuensi aktivitas ekspor di tahun 2018 yang tercatat di Karantina Makassar sebanyak 3.206 kali penerbitan Phitosanitary Certificate dengan volume 412.924 Ton. Pada trimester pertama di tahun 2019 frekuensi ekspor telah mencapai 474 kali sebesar 138.737 Ton.

“Baru 3 bulan tapi sudah mencapai 30% dari total volume ekspor di tahun 2018, sangat berpotensi untuk bisa menargetkan peningkatan 200 persen,” kata Ali Jamil.

https://oceanweek.co.id/ekspor-dari-sulsel-tak-lagi-lewat-jakarta-atau-surabaya/


Share this Post: