Kadin DKI & Aptrindo Harapkan Petugas di Lapangan Pahami Pengaturan Mobil Barang saat Nataru

Kadin DKI & Aptrindo Harapkan Petugas di Lapangan Pahami Pengaturan Mobil Barang saat Nataru

JAKARTA (BeriraTrans.com)- Pihak Kadin DKI Jakarta dan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) mengharapkan petugas lapangan benar benar memahami Peraturan Menhub No PM 72/2019 tentang Pengaturan Lalulintas Operasional Mobil Barang Selama Angkutan Natal 2019 & Tahun Baru 2020 (Nataru)

Harapan itu disampaikan Waketum Kadin Jakarta Bidang Transportasi & Logistik Widijanto dan Ketua Umum DPP Aptrindo Gemilang Tarigan dihubungi BeritaTrans.com secara terpisah Kamis (19/12/2019).

Widijanto mengatakan terhadap angkutan barang impor/ ekspor, yang bersama angkutan barang tertentu, sudah dikecualikan dalam larangan selama angkutan Nataru agar tidak dihambat kelancarannya.

Kebijakan pemerintah menggalakkan kegiatan ekspor untuk meningkatkan perekonomian perlu didukung dengan kelancaran angkutan, ujar Widijanto yang juga Wakil
Ketum DPP ALFI Bidang Kepabeanan.

Gemilang Tarigan mengatakan petugas lapangan (Polisi/ Kemenhub / Dishub) yang mengamankan angkutan Nataru hendaknya benar benar paham Permenhub No PM 72/2019.

Angkutan barang apa saja yang dilarang dan dikecualikan harus dipahami. “Jangan sampai terulaug seperti tahun tahun sebelumnya angkutan barang tertentu sudah dikecualikan tapi di lapangan tetap dilarang , “ujarnya. 

Berdasarkan Permenhub No PM 72/2019 Pembatasan lalu lintas operasional mobil barang berupa larangan operasional terhadap: mobil barang dengan sumbu 3 (tiga) atau lebih, mobil barang dengan kereta tempelan, mobil barang dengan kereta gandengan dan mobil barang yang digunakan untuk mengangkut bahan galian meliputi: tanah, pasir; dan/atau batu; bahan tambang; atau bahan bangunan. 

Pembatasan operasional mulai berlaku pada tanggal 20 Desember 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan21 Desember 2019 pukul 24.00 WIB pada ruas:2 (dua) arah meliputi: jalan tol Jakarta-Tangerang-Merak; jalan tol Jakarta- Bogor- Ciawi; jalan tol Semarang- Solo;
jalan tol Pandaan- Malang, jalan tol Prof. Soedyatmo;jalan tol Lingkar Luar Jakarta; jalan nasional Mojokerto- Caruban; jalan nasional Tegal- Purwokerto; jalan nasional Medan- Berastagi Tanah Karo; jalan nasional Medan-Pematang Siantar-Parapat Simalungun; jalan nasional Sukabumi- Ciawi; jalan nasional Serang- Tangerang; jalan nasional Gerem-Merak; jalan nasional Yogyakarta- Klaten-Solo;
jalan nasional Yogyakarta- Magelang-Bawen jalan nasional Pandaan-Malang; dan jalan nasional Bandung- Nagreg- Tasikmalaya.

Untuk 1 (satu) arah meliputi: jalan tol Jakarta-Cikampek,
arah ke Cikampek; jalan tol Cikampek- Padalarang-Cileunyi arah ke Cileunyi;
jalan nasional Probolinggo- Lumajang, arah ke Lumajang; dan jalan nasional Denpasar- Gilimanuk, arah ke Denpasar;

Pada 25 Desember 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan pukul 24.00 WIB pada ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, arah ke Jakarta; dan
31 Desember 2019 pukul 00.00 WIB sampai dengan 1 Januari 2020 pukul 24.00 WIB pada ruas:2 (dua) arah meliputi: jalan tol Jakarta-Tangerang- Merak; jalan tol Jakarta- Bogor- Ciawi; jalan tol Semarang- Solo; jalan tol Pandaan-Malang; jalan tol Prof. Soedyatmo; jalan tol Lingkar Luar Jakarta,
jalan nasional Mojokerto-Caruban;
jalan nasional Tegal-Purwokerto;
jalan nasional Medan-Berastagi TanahKaro; jalan nasional Medan- Pematang Siantar- Parapat Simalungun; jalan nasional Sukabumi-Ciawi;
jalan nasional Serang- Tangerang; jalan nasional Gerem-Merak ,jalan nasional Yogyakarta- Klaten-Solo;
jalan nasional Yogyakarta- Magelang- Bawen;
jalan nasional Pandaan- Malang; dan jalan nasional Bandung-Nagreg-
Tasikmalaya; dan untuk 1 (satu) arah meliputi jalan tol Jakarta-Cikampek arah ke Cikampek; jalan tol Cikampek- aPadalarang-Cileunyi,arah ke Cileunyi; jalan nasional Probolinggo- Lumajang, arah ke Lumajang; dan jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, arah ke Denpasar.

Pembatasan operasional tidak berlaku bagi mobil barang pengangkut: bahan bakar minyak atau bahan bakar gas; barang ekspor dan impor dari dan ke pelabuhan ekspor atau impor; air minum dalam kemasan; ternak;
pupuk; hantaran pos dan uang; dan
barang pokok terdiri atas: beras; tepung terigu; jagung; gula sayur dan buah-buahan, daging; ikan; daging unggas; minyak goreng , mentega; susu; telur; garam; kedelai; bawang; dan cabe.(wilam)

Share this Post: