BJ Habibie Bapak Supply Chain Indonesia

BJ Habibie Bapak Supply Chain Indonesia

Presiden Republik Indonesia ke-3, Prof Dr. Ir. Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) sangat layak diangkat sebagai Bapak Supply Chain Indonesia. Mengingat berbagai visi, gagasan, dan tindakan riil yang dilakukannya dalam pengembangan sektor transportasi dan logistik di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum DPP Asosiasi Logistik dan Forwarding Indonesia (ALFI), Yukki Nugrahawan Hanafi dalam mengenang berbagai jasa BJ Habibie dalam pembangunan Bangsa Indonesia terutama di sektor logistik.

Yukki mengatakan bahwa visi, gagasan, inisiatif, dan tindakan riil BJ Habibie sangat sejalan dengan berbagai konsep supply chain yang sedang berkembang saat ini.

“Inisiatif dan gagasan beliau terhadap industri logistik dan transportasi terutama terkait konektivitas multimoda, tidak hanya ada saat beliau menjadi pejabat negara baik sebagai menteri, wakil presiden, presiden, dan jabatan strategis lainnya, tetapi jauh sebelum itu,” kata Yukki.

Bangsa Indonesia, kata Yukki, sangat kehilangan seorang tokoh yang telah berjasa besar. “BJ Habibie telah meletakkan fondasi yang kokoh dalam berbagai aspek terutama demokrasi, ekonomi, dan teknologi. Bagi kami pelaku bisnis logistik, gagasan beliau merupakan cikal bakal dan fondasi dalam pengembangan supply chain nasional,” ujarnya.

Berbagai inisiatif dan program dari ide-ide brilian BJ Habibie selama mengabdikan diri dalam Pemerintahan Indonesia, lanjut Yukki, seperti pengembangan industri dirgantara melalui PT Nurtanio, industri kelautan melalui pengembangan galangan kapal nasional PT PAL, serta inisiatifnya dalam industri otomotif nasional merupakan bukti nyata dalam mendukung konektivitas moda transportasi.

“Konektivitas multimoda transportasi merupakan faktor kunci konsep supply chain dalam bisnis logistik,” kata Yukki menegaskan. Kepedulian BJ Habibie terhadap industri logistik nasional, lanjutnya, juga tercermin jelas dalam kesediaannya membuka secara langsung Musyawarah Nasional (Munas II) Gabungan Forwarder dan Ekspedisi Seluruh Indonesia (Gafeksi) pada tahun 1998. Gafeksi sendiri merupakan cikal bakal berdirinya ALFI hingga saat ini.

“Dalam kata sambutannya saat itu, BJ Habibie secara implisit menjelaskan soal arah perkembangan industri logistik yang mengarah pada konsep supply chain di mana peran transportasi multi moda sangat penting,” kenang Yukki.

Sejak saat itu, kata Yukki, BJ Habibie telah mengingatkan soal kemajuan teknologi yang akan memengaruhi jalannya bisnis logistik, serta mengingatkan tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia termasuk dalam sektor logistik. Sehingga memiliki daya saing dalam bisnis logistik yang akan dipengaruhi oleh kemajuan teknologi.

“Otomatisasi di dunia logistik saat ini tak bisa dilepaskan dari gagasan pengembangan Iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang sangat gencar dilakukannya,” tambah Yukki.

Menurut Yukki, pengembangan ALFI institut sebagai training center bagi sumber daya manusia industri logistik nasional, juga tidak terlepas dari arahan BJ Habibie terkait pengembangan sumber daya manusia saat Munas tersebut.

“Ada begitu banyak pemikiran dan gagasan BJ Habibie yang perlu ditindaklanjuti. Bagi kami pelaku sektor transportasi dan logistik, jasa beliau sangat besar. Penerapan konsep supply chain saat ini tak terlepas dari jasa beliau,” ungkapnya.

Selamat beristirahat Bapak Supply Chain Indonesia.

https://www.truckmagz.com/bj-habibie-bapak-supply-chain-indonesia/



Share this Post: