INDEF Prediksi Defisit Migas Tembus Angka 10 Miliar Dolar AS

INDEF Prediksi Defisit Migas Tembus Angka 10 Miliar Dolar AS
Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) memprediksi defisit migas mampu menembus angka di atas 10 Miliar US$ hingga akhir tahun 2019. Pun jika dibandingkan tahun lalu, defisit migas Januari hingga Juni 2019 turun hingga 4,78 miliar US$ atau 14,88 persen.

Defisit migas pada dasarnya tidak bisa dihindari oleh Indonesia, manakala kebutuhan migas jauh lebih tinggi dibandingkan produksi, khususnya sejak tahun 2008 hingga saat ini, kata Direktur Eksekutif INDEF, Tauhid Ahmad dalam diskusi online bertajuk Problem Defisit Migas dan PR ke Depan , Minggu (28/7/2019).

Menurutnya, defisit akan terus terjadi sepanjang produksi migas tetap rendah. Sementara kebutuhan terus meningkat dengan semakin besarnya pertumbuhan penduduk, baik pemanfaatannya untuk kendaraan bermotor, rumah tangga maupun industri, ungkapnya.

Lebih lanjut, Tauhid mengatakan jika impor migas hanya menyumbang sebagian kecil dari total impor yang ada. Bahkan, periode Januari hingga Juni 2019, komponen impor migas hanya menyumbang 13,24 persen.

Ini artinya komponen non migas yang paling besar peranannya dalam struktur impor Indonesia atau dengan kata lain, impor non migas paling banyak menyumbang defisit transaksi berjalan, jelas dia.

Meskipun demikian, petinggi INDEF ini menilai tetap saja impor migas maupun non migas tersebut memiliki pengaruh dalam menguras cadangan devisa negara.(*)

https://www.viva.co.id/berita/nasional/1170156-indef-prediksi-defisit-migas-tembus-angka-10-miliar-dolar-as


Share this Post: